Bahagita Rilis “Hingga Buta Hatiku”, Menyoroti Dilema Bertahan atau Melepaskan
- S S
- 26 Feb, 2026
Bahagita Rilis “Hingga Buta
Hatiku”: Pengakuan Kelelahan Batin di Balik Dedikasi Cinta
Jakarta, 24 Februari 2026 — Bahagita resmi merilis single
terbarunya bertajuk “Hingga Buta Hatiku”. Lagu ini membawa
pendengar masuk ke ruang emosional yang lebih dalam—sebuah potret tentang titik
rapuh ketika perasaan mengambil alih logika, dan cinta membuat seseorang tetap
bertahan meski perlahan kehilangan arah.
Dalam “Hingga Buta Hatiku”, Bahagita menyoroti fase dilema saat hati memilih
untuk terus percaya, bahkan ketika tanda-tanda luka sudah terlihat jelas. Lagu
ini menggambarkan dedikasi yang tak jarang berujung pada kelelahan
batin—tentang mencintai sepenuh hati hingga seolah menjadi “buta”, bertahan
dalam ketidakpastian, serta memendam pertanyaan yang tak kunjung menemukan
jawaban.
Bagian bridge menjadi salah satu sorotan yang mempertegas konflik
batin tersebut melalui pengakuan sederhana namun menghantam:
Katakan sejujurnya, haruskah ku bertahan
Mungkinkah ada jalan
Ataukah ini sudah takdirnya?
Lagu ini ditulis dan dikomposisi oleh Richardo Sirait, dengan aransemen oleh
Nuno Satrida. Nuansa lirik yang tajam namun tetap puitis berpadu dengan vokal
Bahagita yang terdengar lebih intim dan jujur, membentuk suasana yang dekat
dengan pengalaman banyak orang—terutama mereka yang pernah berada dalam dilema
untuk bertahan atau melepaskan.
“Lagu ini bicara tentang momen ketika kita akhirnya berani mengakui: kita
lelah, tapi masih ingin percaya. Ada fase ketika cinta terasa seperti
satu-satunya alasan untuk bertahan, meski hati sudah memberi sinyal untuk
berhenti,” ungkap Bahagita.
Dari sisi penulisan, karya ini lahir dari keberanian untuk jujur pada
perasaan sendiri. Tidak ada upaya untuk menyalahkan siapa pun. Lagu ini
menangkap momen ketika seseorang duduk sendirian dan bertanya pada dirinya
sendiri, “Haruskah aku bertahan?”—sebuah kejujuran yang paling dalam dan
personal.
Melalui “Hingga Buta Hatiku”, Bahagita menyampaikan emosi yang lebih tenang
dan intim. Bukan luapan amarah, melainkan rasa yang perlahan menekan dada. Harapannya,
pendengar dapat merasa, “Ini cerita saya juga.”
Single “Hingga Buta Hatiku” sudah dapat dinikmati mulai hari ini di berbagai
platform musik digital seperti Spotify, Apple Music, iTunes, Deezer, dan
layanan streaming lainnya.
Lyrics
Sejenak ku terdiam
Dalam kesendirianku
Memikirkan semua yang t’lah ku beri, sepenuh rasa
Tak pernah ku sesali, walau hati kadang meragu
Mungkin semua ini tak cukup untukmu?
Tak habis pikirku dengan sikapmu
Seolah kau yang lebih penting
Saat egomu di atas segalanya
Tak lagi berarti perjuanganku
Aku salah, terlalu mencintaimu
Mungkin ini berlebihan, hingga buta hatiku
Tak habis pikirku dengan sikapmu
Seolah kau yang lebih penting
Saat egomu di atas segalanya
Tak lagi berarti perjuanganku
Aku salah, terlalu mencintaimu
Mungkin ini berlebihan, hingga buta hatiku
Ku beri hatiku, walau kau tak memandangku
Berharap kau ’kan mengerti rasa ini
Suatu waktu
Katakan sejujurnya, haruskah ku bertahan
Mungkinkah ada jalan
Ataukah ini sudah takdirnya?
Hooo...
Aku salah, terlalu mencintaimu
Mungkin ini berlebihan, hingga buta hatiku
Ku beri hatiku, walau kau tak memandangku
Berharap kau ’kan mengerti rasa ini
Suatu waktu
Terlalu mencintaimu, mungkin itu salahku
Terlalu mencintaimu, hingga ku lupa diriku
Mungkin itu salah, mungkin itu salah...
Video Credits
·
Director: Imam Kurniawan
·
Assistant Director: Jeji Mahendra
·
Assistant Production: Mario Aruan
·
Edited by: Imam
·
Coloring by: Sanro Binsar
·
Production: Saturasi Visual x Tama Pictures
Song Credits
·
Written by: Richardo Sirait
·
Composed by: Richardo Sirait
·
Arranged by: Nuno Satrida
·
Recorded at: Mantra Studio
·
Mixed and Mastered by: Nuno Satrida
·
Executive Producer: Jelita Napitupulu
·
Assistant Manager & A&R: Ritcard
Production by: TAMA Records 2026
Leave a Reply
Your email address will not be published. Required fields are marked *
